Minggu, 02 Februari 2014

APA ITU PRE NURSERY DAN NURSERY DALAM PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

Apa itu Nursery dan pre Nursery

Keberhasilan dari suatu kebun kelapa sawit sangat ditentukan dari kwalitas dari bibit yang digunakan. Dalam menentukan bibit kelapa sawit, haruslah melalui proses perkecambahan yang bisa menghasilkan bibit berkualitas ungul dan layak tanam. Dalam setiap proses pembibitan tersebut, biasanya dianut sistem pembibitan dua tahap, yaitu pre nursery dan main nursery.

Pre Nursery (Pembibitan Awal)

Illustrasi Pembibitan Sawit Dalam Polybag
Pembibitan Awal (Pre Nursery) merupakan tempat kecambah dari kelapa sawit (Germinated seeds) ditanam dan dipelihara hingga berumur 3 bulan didalam polybag. Selanjutnya, bibit tersebut akan di pidahkan kepembibitan utama (main nursery). Pembibitan pre nursery dilakukan sealam 2-3 bulan, sedangkan pembibitan main nursery selama 10-12 bulan. 

Bibit Kelapa sawit akan siap tanam pada umur 12 bulan ( 3 bulan di pre nursery dan 9-11 bulan di main nursery ). Beberapa pertimbangan yang harus disinergikan dalam rencana pembibitan, di antaranya biaya pembibitan pre nursery dan main nursery,transportasi menuju lokasi, kemudahan komunikasi, dan pembuatan jalan control.

Main Nursery (Pembibitan Utama)

Pembibitan Utama (Main Nursery) merupakan penempatan bibit kelapa sawit yang sudah lepas dari kecambah, dan siap untuk ditanam. Bibit ini harus sudah siap ditempatkan pada lokasi-lokasi yang strategis, seperti halnya harus bebas genangan atau banjir dan dekat dengan sumber air untuk penyiraman. Debit dan mutu air yang tersedia di area kebun harus baik.

Areal pembibitan sebisa mungkin rata atau memiliki kemiringan maksimum 5%, dengan tempat terbuka atau tanah lapang, dan memiliki lapisan topsoil cukup tebal (25 cm). Letak lokasi main nursery dekat dengan area yang akan di tanam serta harus jauh dari sumber hama dan penyakit.

Sekilas tentang penjelasan Pre-Nursery dan Main Nursery ini akan menjelaskan pada artikel selanjutnya tentang proses dan penentuan lokasi tanam, kondisi hama dan cara menangani bibit dari ancaman hama yang bisa kapan saja menyerang.

=====
Kelapa sawit (Elaeis quineensis Jacq) merupakan tumbuhan tropis yang berasal dari Afrika Barat. Tanaman ini dapat tumbuh di luar daerah asalnya, termasuk Indonesia. Tanaman kelapa sawit memiliki arti penting bagi pembangunan nasional. Selain mampu menyediakan lapangan kerja, hasil dari tanaman ini juga merupakan sumber devisa negara. 
Perkebunan kelapa sawit di Indonesia berkembang dengan pesat bahkan data terakhir menyebutkan jumlah perkebunan kelapa sawit di Indonesia sudah mencapai 7,3 juta ha lebih dari jumlah itu, mampu menghasilkan sedikitnya 21,5 juta ton crude palm oil (CPO) per tahunnya. Perkembangan perkebunan kepala sawit terjadi sejak dua tahun terakhir kita perkirakan ke depannya akan jauh lebih pesat lagi. Bahkan, pada 2014 mendatang, jumlahnya bisa mencapai 10 juta ha (BPS, 2012).

Perkebunan kelapa sawit pada beberapa dasawarsa terakhir berkembang dengan sangat pesat hampir di seluruh Indonesia. Data luas dan produksi tanaman perkebunan tahun 2012 yang dikumpulkan dari Dinas Perkebunan menunjukkan adanya perubahan luas areal tanaman pada komoditi kelapa sawit dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Luas areal perkebunan kelapa sawit 2.372.402 hektar(BPS, 2012).
======
Dihimpun dari berbagai sumber di Interet
www.ademsawit.com
Sofware management perusahaan perkebunan kelapa sawit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar