Minggu, 30 Agustus 2015

ADemSawit Training

ADemSawit FUNCTIONAL TRAINING
JAKARTA, 8 - 11 September 2015 (4 days Fullday's Training) 

"ADempiere ERP Functional Training For Oil Palm Plantation"



ADemSawit adalah aplikasi ADempiere ERP (Enterprise Resource Planning) berbasis Opensource, yang di konfigurasi untuk penerapan perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit.  ADempiere telah sukses di implementasikan di berbagai jenis industri termasuk industri kelapa sawit. ADempiere Menggunakan  antarmuka berbasis Web, sehingga perusahaan dapat mengintegrasikan berbagai lokasi , cabang atau Estate perkebunan kedalam satu sistem, sehingga konsolidasi data akuntansi, inventory, produksi dll dapat dengan mudah dilakukan.

ADempiere diuakini dapat menjawab tuntutan dari dunia industri perkebunan kelapa sawit akan adanya sistem ERP yang terintegrasi, handal dan fleksibel, namun namun mudah digunakan dan tentu saja dengan biaya investasi yang terjangkau.

Menjawab banyaknya permintaan akan training ADempiere untuk perkebunan kelapa sawit, 
AlphaMedia Consulting akan mengadakan Training “iDempiere Functional Training” yang akan di adakan sebagai berikut:

Hari / Tgl. : Senin s/d Kamis, 8 - 11 September 2015 (4 Hari)
Tempat      : Gedung Setiabudi 2 Building, Lantai 2, Jl HR Rasuna Said Kav 62 Kuningan, Jakarta
Waktu        : Pukul 09:00 - 16:00 WIB.

Untuk Siapa Pelatihan IDEMPIERE ini? 



Pelatihan ini ditujukan kepada siapa saja yang akan menangani dan mengoperasikan ADEMPIERE ERP untuk Perkebunan Kelapa Sawit. Anda akan belajar segala sesuatu yang dibutuhkan untuk membuat ADEMPIERE ERP siap untuk digunakan oleh user termasuk instalasi, konfigurasi, dan mengelola fungsional operasional ADEMPIERE ERP.



Kompetensi 

Setelah selesai mengikuti pelatihan, diharapkan peserta akan mampu untuk:
* Mengenal karakter, kemampuan dan keunggulan ADEMPIERE ERP.
* Menginstal ADEMPIERE pada sistem operasi Windows & Database PostgreSQL
* Melakukan Implementasi dan konfigurasi dasar.
* Merawat Business Partner, Product, dan Pricing.
* Merawat Purchase, Material Management, Sales, Receipt & Payment.
* Melakukan konfigurasi Akuntansi dan Financial Report.
* Melakukan konfigurasi Security

Siapa yang harus ikut Pelatihan ini?

* User/Pengguna maupun Calon pengguna Sistem ADEMPIERE untuk perkebunan kelapa sawit.
* Calon Administrator ADEMPIERE untuk perkebunan kelapa sawit
* Dosen/Pelajar/Mahasiswa yang ingin mempelajari ADEMPIERE.untuk perkebunan kelapa sawit
* Praktisi IT, praktisi akuntansi, pekerja, pelaku bisnis, serta orang orang yang yang ingin mempelajari ADEMPIERE untuk perkebunan kelapa sawit.


Prasyarat:
Dalam rangka peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik, peserta harus memenuhi syarat sebagai berikut:
* Dapat mengoperasikan komputer dalam lingkungan sistem operasi windows, Bisa mengetik, mengatur file dan folder, dan mengatur parameter sistem.
* Peserta yang mengetahui konsep dasar Sistem ERP (Enterprise Resource Training) akan sangat membantu proses belajar, meskipun ini bukanlah syarat mutlak.

Materi training "ADempiere Functional Training for Oil Palm Plantation"


Day 1
------------
• Introduction
• Basic Concept, Business Concept of Adempiere
• Installation
– On Windows O/S 
• Navigation
– Windows, tabs, menu & Toolbar
– Zoom Across, New Record, Value preference,
– User Preference, Info windows,
– Print & Export, Drill down across
– Chat, Attachment, archive
• Initial Setup
– Initial Client Setup
– Chart Of Account Setup
– Finalizing your Setup
– Setup Organization & Warehouse
• Master Data
– Business Partner
– Products
– Pricing

Day 2
------------
• Requisition to Invoice
– RFQ
– Requisition
– Purchase Order
– Material Receipt
– Purchase Invoice
– Matching PO-Receipt-Invoice
– Purchasing Reports
• Material Management
– Material transaction
– Material Move
– Internal use Inventory
– Physical Inventory
– Replenishment
– MM Reports
• Quote to Invoice
– Quotation
– Sales Order
– Material Shipment
– Sales Invoice
– Sales reports

Day 3
------------
• Return
– Vendor Return
– Return to Vendor Vendor RMA
– Return to Vendor
– AP Credit Memo (Debit Memo)
– Customer Return
– Customer RMA
– Customer Return
– AR Credit Memo
• Open Items
- AP Payment
- AR Receipt
- Prepayment
- Invoice Schedule
- Payment Allocation
- Payment Selection
- Cash Journal
- Bank Statement
- Payment Term
- Payment Print/Export

Day 4
------------
• Performance Analysis
- Accounting Setup
- Tax Setup
- GL Journal
- GL Distributionn
- Financial Reporting
- Costing Setup
- Update Product Costs
• Security
– User and Role
• Overall Review and Practice


Masing masing Peserta akan mendapatkan: 
a. 2X Cofee &snack
b. 1X Lunch
c. Buku "Implementasi ERP langkah demi langkah dengan ADEMPIERE".
d. Aplikasi ADempiere yang sudah di konfigurasi untuk Perkebunan Kelapa Sawit (ADemSawit)

e. Sertifikat

Catatan: Peserta masing masing diharuskan membawa laptop dengan spesifikasi minimum Pentium 4 dengan memory minimal 512 MB. 


Untuk Info lebih lanjut silahkan menghubungi:
1. Bayu, Email: bayu@alphamedia.co.id atau HP: 0857 29366122
2. Anji , Email: anji@alphamedia.co.id atau HP : 0856 8387515
3. Agung, Email : agung@alphamedia.co.id atau HP: 0811776230

Pendaftaran :
- 1. Download dan Isi Formulir Pendaftaran(dibagian bawah tulisan ini), kemudian kirimkan ke training@alphamedia.co.id
- 2. Biaya training sebesar Rp. 6.000.000,- (Enam Juta Rupiah) transfer ke: 
Rekening BCA No. Rek. : 326 126 9234 a/n Agung Budi Santosa.
--------------------------------------------------------------------------------
Catatan: Bukti transfer harap dibawa ketika hari pertama training.
Pendaftaran ditutup 1 minggu sebelum Jadwal Pelatihan
===================

 


 

Senin, 24 Agustus 2015

Fitur ADemSawit

Fitur Fitur ADemSawit

ADemSawit ERP merupakan Software ERP untuk perkebunan Kelapa sawit yang dibuat dari hasil konfigurasi dan customisasi software ADempiere ERP.
ADempiere merupakan software aplikasi ERP sudah memiliki modal fitur yang sangat lengkap dan sudah terbukti berhasil di implementasikan di banyak bidang industri. Namun fitur fitur dasar Adempiere tentu belum cukup untuk bisa digunakan  mengakomodasi seluruh kebutuhan industri perkebunan. Untuk itu diperlukan beberapa tambahan modul dan fitur agar dapat mengakomodasi kebutuhan industri perkebunan kelapa sawit secara maksimal.

Modul PENGADAAN
  1. Modul Pengadaan barang terdiri dari beberapa fitur sebagai berikut:
    a. Permintaan Barang (dengan approval online)
    Mencatat permintaan barang dari blok/afdeling/estate serta menyampaikan ke kantor pusat
    untuk di approve/disetujui secara online.
    b. Generate Permintaan barang menjadi PO
    Permintaan barang yang sudah di approve, bisa di generate menjadi PO dan bisa
    dikelompokkan berdasarkan supplier dan lain lain.
    c. Prosedur Lelang online
    Prosedur untuk melakukan pelelangan terhadap pengadaan barang kepada para supplier yang
    yang diikutsertakan pada kegiatan lelang, penawaran bisa dilakukan secara online melalui
    web sehingga lebih effisien.
    d. Purchase Order
    Purchase Order digunakan untuk mencatat pembelian yang dilakukan kepada Supplier, proses
    ini akan menghasilkan dokumen PO yang bisa dikirim ke supplier secara hardcopy atau
    secara online via email dalam bentuk PDF.
    e. Penerimaan barang
    Penerimaan barang dari satu PO dapat dilakukan sekaligus ataupun secara parsial, shingga
    memudahkan proses penerimaan.
    f. Pencatatan AP (invoice) Supplier
    Proses ini digunakan untuk mencatan tagihan dari Supplier dan mengakuinya sebagai hutang.


  2. Modul PENJUALAN
    Modul penjualan memiliki fitur fitur sebagai berikut:
    a. Quotation
    Membuat surat penawaran
    b. Sales Order
    Membuat surat penjualan (Sales order)
    c. Shipment/pengiriman barang
    Pengiriman barang berdasarkan Sales Order, dilengkapi DO/surat jalan dll.
    d. Mendukung Multi Price list, Multi Currency, sales commision dll

  3. Modul MATERIAL MANAGEMENT 
    a. Mendukung Multi Gudang
    Mendukung multigudang serta mendukung sistem lokasi penyimpanan barang sehingga memudahkan proses penyimpanan barang dalam jumlah banyak (misal spareparts).
    b. Mendukung Multi Satuan
    Mendukung semua satuan dan mendukung konversi seperti pcs menjadi dosin, pack, dst
    c. Transaksi mutasi antar gudang 
    Mendukung transaksi antar gudang 
     d.  Fitur Stok Opname (Physical Inventory)
    Fitur Stok Opnamebisa di generate per gudang atau locator (lokasi gudang) untuk memudahkan proses penghitungan.
    e. Fitur pembebanan (dari persediaan menjadi biaya)
    Memudahkan proses penggunaan material dan melakukan konversi dari account persediaan menjadi biaya
                                                                       .
  4. Modul Finance & Accounting 
    a. Account Payable (AP)
    Mencatat mulai dari pengakuan hutang kepada supplier/vendor, penjadwalan pembayaran hingga proses pembayaran.
    b. Account Receivable (AR)
    Mencatat mulai dari pengakuan piutang kepada customer, pencetakan aging report serta  proses penerimaan pembayaran.
    c. Bank Statement
    Mencatat account, balance serta transaksi AP/AR dari masing masing account bank.
    d. General Ledger (GL)
    Modul general Ledger digunakan untuk transaksi jurnal pada financial account sesuak kebutuhan prosedur akuntansi.
    e. Cash journal
    Modul cash journal digunakan untuk merawat transaksi kas/tunai

  5. Estate Management
    a. Pre-Nursery & Nursery Management
    Memanage dan mencatat biaya yang dikeluarkan untuk merawat tanaman mulai dari kecambah, bibit usia 1 bulan, 3 bulan dst. Dimana hasil akhirnya bisa diketahui berapa cost yang sudah diskeluarkan untuk masing masing bibit.
    Laporan : Total/parsial operasional cost, Laporan HPP
    b. Activity Management
    Mencatat semua aktivitas dan kegiatan di kebun beserta bahan dan biaya yang digunakan, hasil akhirnya dapat diketahui total biaya per ha kebun, serta total biaya per Ton panenan.
    Setiap kebun akan dibuatkan RKB/RKT (Rencan kerja Bulanan/Rencana Kerja tahunan) dimana ini akan menjadi acuan budget bulanan/tahunan untuk tiap blok. Dimanan nantinya dapat di bandingkan dengan realisasi/ aktual budget yang dikeluarkan (sesungguhnya)
    Laporan: Budget per blok/divisi/estate , Realisasi perblok/divisi/estate  
    c. Vehicle & Machine Running Account 
    Mencatat seluruh kegiatan kendaraan serta mesin dimana biayanya akan dialokasikan kepada masing masing aktivitas dalam rangka untuk memonitor biaya operasional kendaraan dan mesin/alat berat.
    d. Workshop Running Account
    Mencatat seluruh kegiatan berupa jam kerja, material dan jasa yang digunakan, dan progress pekerjaan dalam rangka untuk memonitor biaya operasional workshop.
  1. MILLS MANAGEMENT
    a. Weight bridge
    Mencatat data yang masuk dari mesin timbang untuk digunakan sebagai data penerimaan TBS.
    ** dalam pengembangan
    b. Product Storage Reading
    Mencatat jumlah stok terakhir dari CPO storage berdasarkan hasil analisa suara(sound) yang akan di konversi menjadi Kilo menggunakan table tanki dan suhu.
    ** dalam pengembangan
    c. Harian Laboratorium
    laporan harian dari laboratorium dari analisa tandan buah segar dari estate atau laporan pemrosesan dari Mill
    d. Penerimaan TBS
    Mencatat penerimaan tandan buah segar dari Estate

      
  2. PLANTATION BUDGET
    a. Field Budget
    Field Budget adalah budget berdasarkan Rencan Kerja Tahunan dari blok yang bersangkutan
    b. Oil-Palm Production Budget
    Produksi CPO dan Kernel adalah Berdasarkan kapasitas mesin produksi serta berdasarkan penerimaan tandan buah segar dari estate maupun pembelian.
    c. Vehicle Budget
    Forcast alokasi biaya kendaraan dan alat berat meliputi gaji, bahan bakar, dan aktivitas vehicle dan alat berat yang bersangkutan.
    d. Workshop Budget
    Forcast alokasi biaya workshop meliputi gaji, bahan bakar, dan aktivitas workshop yang bersangkutan.

  3. PLANTATION PAYROLL
    Aplikasi payroll yang diturunkan dari standard penggajian perkebunan. Mencatat perhitungan gaji, adjustment, pajak pph21, tunjangan, dan potongan berdasarkan pada policy perusahaan. Terintegrasi dengan modul financial accounting.
    ** dalam pengembangan

  4. LAND MANAGEMENT
    Untuk mencatat kondisi aktual kebun seperti topography, jenis tanah, type area, dan lai lain termasuk sertifikasi dokumen .
     
  5. INFRATRUCTURE & BUILDING MANAGEMENT
    Merawat operasional infrasturktur dan bangunan seperti: gedung, jalan, jembatan, parit, dll
  6.  PROJECT MANAGEMENT
    Untuk merawat aktivitas project dan progress nya baik fisikal maupun financial progress.
====== SNAPSHOT VIDEO=========

OVERVIEW 
video

APPROVAL

video


Untuk info lebih lanjut, silahkan hubungi:
1. Agung Budi Santosa, email: agung_bs@yahoo.com
2. Bayu P, email : bayu@alphamedia.co.id




Senin, 25 Agustus 2014

Perawatan Kebun TBM & TM

Salah satu kegiatan dari operasional perawtan kebun Kelapa sawit adalah di kebun TBM dan TM, dimana disini kebun akan dikelompokkan berdasarkan blok blok, dimana masih masing akan memiliki kode Blok kebun. Untuk tiap tiap blok akan dilakukan aktivitas kegiatan sesuai agenda dan jadwal untuk masing masing blok.

Didalam pencatatan pada software management perkebunan kelapa sawit AdemSawit, semua Aktivitas dan Transaksi (material dan resource) yang dilakukan di tiap blok kebun ini akan di input di window Transaksi Harian Mandor, dimana datanya bisa diambil dari Buku Harian Mandor.

Transaksi Kebun TBM

Transaksi pada area TBM merupakan catatan aktivitas dan material yang digunakan selama merawat kebun TBM, ini bisa berupa tenaga kerja, material (pupuk, pestisida, bahan kimia, dll), resource (mesin, kendaraan), dan lain lain. Catatan kegiatan di di tulis didalam Buku Harian Mandor. Di adempiere, catatan kegiatan dari Buku Harian mandor ini bisa di input sehingga sistem bisa langsung menghitung, berapa banyak biaya yang sudah dikeluarkan untuk merawat suatu area kebun.


















Transaksi Kebun TM


Transaksi di area TM, pada dasarnya serupa dengan TBM, hanya saja disini ada transaksi tambahan berupa perhitungan panenan.Perhitungan panen di setiap perusahaan memiliki formula yang berbeda beda yang mengacu kepada peraturan dan policy perusahaan.



















Semua transaksi dapat dicatat dimana pada akhir periode kita bisa mendapatkan laportan akunting, total biaya, biaya per blok dan per Ha kebun, dll.


Regards,

Agung Budi Santosa
agung_bs@yahoo.com

Senin, 28 Juli 2014

Nursery, pemeliharaan Bibit

Proses pembuatan bibit kelapa sawit diawali dengan kecambah (bisa membeli dari vendor atau membuat sendiri) untuk kemudian di rawat setiap bulan hingga menjadi bibit siap tanam usia 12 bulan.

Proses ini bisa diawali dengan pembelian kecambah, kemudian dikelompokkan dalam lot per lot , dimana tiap lot akan di identifikasi tanggal tanam, jumlah bibit, jumlah bibit yang jadi. Tidak semua bibit akan menjadi bibit siap tanam, karena



dalam perjalanannya, akan ada sebagian bibit yang akhirnya di buang karena mati, rusak atau kualitas tidak memenuhi standard. Didalam software management kelapa sawit ADemSawit, proses ini akan dicatat semua, beserta biaya biaya material, resource, dan lain lain yang dibutuhkan, sehingga pada akhirnya bisa dihasilkan laporan akuntansi untuk divisi pembibitan ini, dimana bisa diketahui total biaya yang dikeluarkan untuk masing masing lot.

Regards,
Agung Budi Santosa
agung_bs@yahoo.com

Senin, 23 Juni 2014

Purchasing, Proses Pembelian Barang

Seperti sudah di bahas sebelumnya, Di Industri perkebunan, biasanya satu kantor akan menangani beberapa Estate (sebutan untuk suatu area lokasi perkebunan), dimana kebutuhan barang barang tertentu akan dipenuhi oleh kantor pusat/cabang tersebut. Pada cara konvensional atau cara manual, dari Estate akan menerbitkan SPP (Surat Permintaan Pembelian) yang setelah di setujui oleh kepala kebun, akan di Fax ke Kantor pusat/cabang bagian Purchasing, untuk selanjutnya di lakukan proses pembelian barang. Proses ini di Adempiere bisa diakomodasi seperti diagram berikut:
















Di dalam software management perkebunan kelapa sawit Adempiere, pihak kebun bisa langsung memasukkan permintaan pembelian melalui Requisition, dimana selanjutnya permintaan pembelian ini akan menunggu approval dari kantor pusat, apabila disetujui maka akan di convert menjadi PO, dilanjutkan dengan material receipt, invoicing dan payment.

Selain hal diatas, proses approval dari Penerbitan PO juga bisa dilakukan secara berjenjang dan secara online. Sebagai contoh, untuk pembelian barang dengan nilai PO sampai dengan Rp. 5000.000,- (lima Juta Rupiah) cukup di approve oleh manager kebun, selanjutnya untuk pembelian hingga Rp 25.000.000,- bisa dilakukan oleh Direktur, dan untuk nilai diatasnya harus disetujui oleh Presiden Direktur di kantor pusat, dan seterusnya.

Proses pengiriman PO juga bisa di integrasikan dengan email dimana PO bisa langsung dikirim sebagai attachment dalam format PDF, serta bisa di lakukan pengarsipan dalam format PDF dan anda bisa memanggilnya sewaktu waktu, ini jauh lebih effisien dibanding anda harus menyimpan berlembar lembar dokumen PO secara manual.

Untuk memudahkan proses approval, ADemSawit juga menyediakan proses notifikasi sehingga orang yang berwenang (yang memberikan approval) ketika login ke sistem bisa tau bahwa ada dokumen yang menunggu approval darinya.

Di beberapa perusahaan perkebunan ada yang menerapkan RFQ (Request For Quotation) untuk pembelian barang barang tertentu, hal ini juga bisa diakomodasi di ADempiere, karena tersedianya fitur ini. Untuk item tersebut harus dibuatkan RFQ terlebih dahulu, menginput respon dari tiap vendor, serta terakhir menerbitkan PO Untuk Vendor yang dipilih.
Selain hal tersebut diatas, sisanya adalah hal hal yang umum yang biasa dihadapai dalam proses pembelian, seperti satu pricelist untuk satu vendor, receipt material secara partial, dll dimana hal ini bisa dilakukan di ADempiere.Berikut ini beberapa Snapshot Permintaan Pembelian :












Permintaan Pembelian tidak bisa diproses lebih lanjut sebelum mendapatkan Approval.









Permintaan Pembelian yang sudah di approve bisa di proses menjadi purcahse Order












Hal hal diatas membuat Purchasing di Adempiere (atau ADemSawit) mampu mengakomodasi kebutuhan kebutuhan pembelian barang di Perkebunan.


Regards
Agung Budi Santosa
agung_bs@yahoo.com


Senin, 26 Mei 2014

ADemSAWIT, ADempiere Untuk Kebun Kelapa Sawit

ADemSAWIT bukanlah forking Atau turunan dari ADempiere, ADemSawit juga bukan software ERP baru. AdemSawit adalah software management perkebunan kelapa sawit yang berasal dari software ERP ADempiere yang diconfigurasi dan dimodifikasi sehingga bisa memenuhi kebutuhan ERP di lingkungan industri perkebunan Kelapa sawit. Istilah ADemSAWIT ini sendiri muncul secara tidak sengaja dimana bagi orang orang perkebunan ternyata sangat sulit untuk mengingat kata "ADempiere", dan setelah di plesetkan menjadi AdemSawit ternyata mereka langsung ingat. Dengan ADemSAWIT, perusahaan perkebunan bisa merasakan seolah olah menggunakan aplikasi ERP yang memang khusus dirancang untuk perkebunan Kelapa sawit. Apa saja kebutuhan untuk ERP di Perkebunan Kelapa sawit? dan hal hal apa saja yang bisa dipenuhi oleh Adempiere? Berikut ini akan saya coba sampaikan “beberapa” kebutuhan yang umum diperlukan di kebun kelapa sawit.

Pada dasarnya secara umum, proses bisnis di industri perkebunan kelapa sawit adalah sama dengan bisnis di bidang lainnya, terutama untuk proses di backoffice seperti purchasing, sales, inventory, accounting, dll. Yang membedakan adalah adanya kebutuhan kebutuhan untuk mendukung operasional kebun dimana hal ini belum tersedia secara langsung di Adempiere. Untuk itulah diperlukan configurasi khusus serta beberapa modifikasi agar kebutuhan tersebut terpenuhi.













Purchasing
Di Industri perkebunan, biasanya satu kantor akan menangani beberapa Estate (sebutan untuk suatu area lokasi perkebunan), dimana kebutuhan barang akan dipenuhi oleh kantor pusat/cabang tersebut. Pada cara konvensional atau cara manual, dari Estate akan menerbitkan SPP (Surat Permintaan Pembelian) yang setelah di setujui oleh kepala kebun, akan di Fax ke Kantor pusat/cabang bagian Purchasing, untuk selanjutnya di lakukan proses pembelian barang. Proses ini di Adempiere bisa diakomodasi seperti diagram berikut:


Di Adempiere, pihak kebun bisa langsung memasukkan permintaan pembelian melalui Requisition, dimana selanjutnya permintaan pembelian ini akan menunggu approval dari kantor pusat, apabila disetujui maka akan di convert menjadi PO, dilanjutkan dengan material receipt, invoicing dan payment.

Sales
Penjualan di industri Kelapa sawit umumnya tidak terlampau sulit, karena produk yang dijual umumnya hanya 1 product yaitu CPO. Sehingga bisa dikatakan hampir tidak ada issue di area penjualan, karena prosedurnya cukup standard. Hanya saja yang perlu sedikit diperhatikan bahwa adanya penjualan dengan prepay order (pembayaran dimuka).

Pembibitan
Pembibitan pada dasarnya sepert proses produksi di pabrik, hanya saja disini waktu produksinya lebih lama yaitu 1(satu) tahun dengan komponen komponen biaya yang dimasukkan tiap bulan.


Proses pembibitan diawali dengan Pembelian Kecambah, untuk dirawat hingga siap tanam umur 12 bulan, dimana setiap bulan dilakukan perawatan sesuai standard prosedur perawatan bibit yang bisa memerlukan material/produk, serta biaya biaya yang harus dicatat setiap bulannya.

TBM & TM











TBM

Transaksi pada area TBM merupakan catatan aktivitas dan material yang digunakan selama merawat kebun TBM, ini bisa berupa tenaga kerja, material (pupuk, pestisida, bahan kimia, dll), resource (mesin, kendaraan), dan lain lain. Catatan kegiatan di di tulis didalam Buku Harian Mandor. Di adempiere, catatan kegiatan dari Buku Harian mandor ini bisa di input sehingga sistem bisa langsung menghitung, berapa banyak biaya yang sudah dikeluarkan untuk merawat suatu area kebun.



















TM
Transaksi di area TM, pada dasarnya serupa dengan TBM, hanya saja disini ada transaksi tambahan berupa perhitungan panenan.
Perhitungan panen di setiap perusahaan memiliki formula yang berbeda beda yang mengacu kepada peraturan dan policy perusahaan.


















Accounting

Yang menarik dari penggunaan ADempiere di indutri perkebunan adalah kita bisa mendapatkan laporan accounting, tanpa harus menginput ulang transaksi ke dalam software Accounting seperti yang banyak dilakukan oleh perusahaan perkebunan saat ini. Dan memang ini adalah kelebihan dari aplikasi ERP.

Kesimpulan
Penggunaan Adempiere di perkebunan kelapa sawit dapat meningkatkan effisiensi pada proses bisnis perusahaan perkebunan. Meskipun ADempiere aslinya memang tidak dirancang secara khusus untuk industri perkebunan, akan tetapi dengan sedikit kreativitas serta penyesuaian disana sini Adempiere bisa di implementasikan dengan baik. Dimana dalam hal ini juga menuntut perusahaan perkebunan untuk lebih flexibel dan bersedia beradaptasi dengan fasilitas dan fitur yang ada di Adempiere.

Regards,
Agung Budi Santosa
agung_bs@yahoo.com

Minggu, 02 Februari 2014

APA ITU PRE NURSERY DAN NURSERY DALAM PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

Apa itu Nursery dan pre Nursery

Keberhasilan dari suatu kebun kelapa sawit sangat ditentukan dari kwalitas dari bibit yang digunakan. Dalam menentukan bibit kelapa sawit, haruslah melalui proses perkecambahan yang bisa menghasilkan bibit berkualitas ungul dan layak tanam. Dalam setiap proses pembibitan tersebut, biasanya dianut sistem pembibitan dua tahap, yaitu pre nursery dan main nursery.

Pre Nursery (Pembibitan Awal)

Illustrasi Pembibitan Sawit Dalam Polybag
Pembibitan Awal (Pre Nursery) merupakan tempat kecambah dari kelapa sawit (Germinated seeds) ditanam dan dipelihara hingga berumur 3 bulan didalam polybag. Selanjutnya, bibit tersebut akan di pidahkan kepembibitan utama (main nursery). Pembibitan pre nursery dilakukan sealam 2-3 bulan, sedangkan pembibitan main nursery selama 10-12 bulan. 

Bibit Kelapa sawit akan siap tanam pada umur 12 bulan ( 3 bulan di pre nursery dan 9-11 bulan di main nursery ). Beberapa pertimbangan yang harus disinergikan dalam rencana pembibitan, di antaranya biaya pembibitan pre nursery dan main nursery,transportasi menuju lokasi, kemudahan komunikasi, dan pembuatan jalan control.

Main Nursery (Pembibitan Utama)

Pembibitan Utama (Main Nursery) merupakan penempatan bibit kelapa sawit yang sudah lepas dari kecambah, dan siap untuk ditanam. Bibit ini harus sudah siap ditempatkan pada lokasi-lokasi yang strategis, seperti halnya harus bebas genangan atau banjir dan dekat dengan sumber air untuk penyiraman. Debit dan mutu air yang tersedia di area kebun harus baik.

Areal pembibitan sebisa mungkin rata atau memiliki kemiringan maksimum 5%, dengan tempat terbuka atau tanah lapang, dan memiliki lapisan topsoil cukup tebal (25 cm). Letak lokasi main nursery dekat dengan area yang akan di tanam serta harus jauh dari sumber hama dan penyakit.

Sekilas tentang penjelasan Pre-Nursery dan Main Nursery ini akan menjelaskan pada artikel selanjutnya tentang proses dan penentuan lokasi tanam, kondisi hama dan cara menangani bibit dari ancaman hama yang bisa kapan saja menyerang.

=====
Kelapa sawit (Elaeis quineensis Jacq) merupakan tumbuhan tropis yang berasal dari Afrika Barat. Tanaman ini dapat tumbuh di luar daerah asalnya, termasuk Indonesia. Tanaman kelapa sawit memiliki arti penting bagi pembangunan nasional. Selain mampu menyediakan lapangan kerja, hasil dari tanaman ini juga merupakan sumber devisa negara. 
Perkebunan kelapa sawit di Indonesia berkembang dengan pesat bahkan data terakhir menyebutkan jumlah perkebunan kelapa sawit di Indonesia sudah mencapai 7,3 juta ha lebih dari jumlah itu, mampu menghasilkan sedikitnya 21,5 juta ton crude palm oil (CPO) per tahunnya. Perkembangan perkebunan kepala sawit terjadi sejak dua tahun terakhir kita perkirakan ke depannya akan jauh lebih pesat lagi. Bahkan, pada 2014 mendatang, jumlahnya bisa mencapai 10 juta ha (BPS, 2012).

Perkebunan kelapa sawit pada beberapa dasawarsa terakhir berkembang dengan sangat pesat hampir di seluruh Indonesia. Data luas dan produksi tanaman perkebunan tahun 2012 yang dikumpulkan dari Dinas Perkebunan menunjukkan adanya perubahan luas areal tanaman pada komoditi kelapa sawit dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Luas areal perkebunan kelapa sawit 2.372.402 hektar(BPS, 2012).
======
Dihimpun dari berbagai sumber di Interet
www.ademsawit.com